Friday, April 2, 2021

Review dan Ulasan L'assommoir Novel by Émile Zola

Novel L’Assommoir merupakan sosial eksperimen-nya Zola terhadap kehidupan kaum buruh dan pekerja kawasan industri di Paris dalam bentuk literatur. Tak hanya itu, Zola pun menganalisis pengaruh alkohol dalam kehidupan sehari-hari mereka, yang bertempat di daerah kumuh di pinggiran kota Paris. Rentang waktu yang digambarkan dalam novel ini adalah sekitar tahun 1851. 

Cerita novel ini fokus pada kehidupan Gervaise Macquart yang carut-marut setelah dicampkan kekasihnya, Auguste Lantier. Ia dan Auguste memiliki dua anak lelaki, Etiene dan Cloud.  Kehidupanya bersama  Auguste Lantier bisa dibilang manis di awal. Auguste mendapatkan sejumlah uang warisan dan pergi bersama Gervaise ke Paris. Namun mereka tidak bisa mengatur keuangan dan hanya bisa bersenang-senang dan menghabiskan uang tersebut. Untuk menhidupi anak-anaknya, Gervaise kemudian bekerja sebagai buruh cuci di rumah cuci/ laundress di daerah yang paling kumuh di Paris, karena tak ada pilihan lain. Sampai pada saatnya Auguste meninggalkan Gervaise, lari dengan wanita lain bernama Adele. Sepertinya Gervaise hanya menyesal sedikit akan kepergian Auguste, Karena toh selama tinggal bersamanya, Auguste adalah seorang pemalas, tidak mau bekerja dan pemabuk, bahkan sering menghabiskan uang dan harta Gervaise. 

Ada seorang tukang atap/ roofer bernama Coupeau, yang tertarik akan kecantikan Gervaise dan mulai mendekatinya. Kemudian Gervaise dan Coupeu menikah, dan mendapatkan seorang anak perempuan bernama Nana. Bersama Coupeau, Gervaise berhasil mendirikan rumah cuci (laundress) sendiri. Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Kemalangan dalam hidup Gervaise, dimulai dengan kecelakaan Coupeau saat memperbaiki atap yang membuatnya dirawat di rumah sakit. Selama perawatannya yang menyiksa, Coupeau mulai mengonsumsi alkohol, yang membuatnya menjadi pemabuk dan tidak mau bekerja lagi. Beberapa kali, Coupeau sering mengunjungi rumah minum yang bernama  L’Assommoir. Kondisi ini diperparah dengan kedatangan Auguste Lantier yang diterima dengan tangan terbuka oleh Coupeau ke rumah mereka. Auguste yang seperti lintah darat perlahan-lahan menghisap harta Gervaise. Gervaise pun harus menanggung semua beban ekonomi dan hutang keluarga sendiri. Mantan suami Gervaise, Auguste yang seperti parasit juga masih menginginkan tubuh Gervaise untuk memuaskan nafsunya, ini pun semakin menambah kerumitan hidupnya. Gervaise lelah dan stress menghadapi mereka, seakan ia mempunyai dua suami. 

Seringkali Coupeau murka tanpa alasan bila stok minuman keras tidak ada, karna mereka sudah terlalu miskin untuk membelinya. Nana dan Gervaise pun sering menjadi sasaran pukulan kemarahan Coupeau, sampai-sampai Nana kabur dari rumah karena muak dengan keadaan keluarga mereka. kemudian Emile Zola membuat kisah Nana yang menjadi seorang pelacur dalam satu buku yang berjudul Nana. 

Mengonsumsi minuman alkohol secara berlebihan memang sangat tidak baik bagi kesehatan raga dan juga mental si peminum, yang kemudian ini menjadi akar masalah yang bisa merembet kemana-mana. Dengan orang tua dan lingkungan seperti itu, sulit untuk memperbaiki kemiskinan. Gervaise, Nana, dan Coupeau pada dasarnya orang yang baik, mereka adalah korban ketidaktahuan dan kerasnya kehidupan di lingkungan sekitar mereka.

Apa yang saya utarakan dalam ulasan ini sebenarnya sebagian kecil nya saja yang menjadi inti cerita, ada juga cerita tentang tetangga Gervaise, Madame Bijard yang dipukuli suami nya sampai mati, disaksikan oleh anak-anaknya, yang masih kecil yang harus dipaksa dewasa mengurusi ayahnya yang pemabuk.  Kekerasan karena pengaruh alkohol dalam novel ini sangat banyak diperlihatkan, hampir membuat saya muak. Entah Zola nya terlalu mendramatisir atau memang seperti itulah kondisinya. Entah jadi apa anak-anak itu nanti. Mungkin  pada zaman itu hak-hak perempuan dan anak-anak masih belum tersuarakan. Setelah menikah, wanita hanyalah menjadi properti dan sepenuhnya milik suaminya. 
Jujur, saya sangat menyayangkan kehancuran kisah Gervaise yang mulanya optimis dan mempunyai jiwa pekerja keras itu. 

Karena kelihaian narasi Zola, sampai-sampai akupun ikut merasakan kepedihan, kelaparan dan kesengsaraan Gervaise di akhir cerita. Memang, membaca fiksi sastra selalu menumbuhkan rasa empati dalam diri dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Zola selalu membuatku berfikir out of the box dan berempati dengan karakter yang mereka baca.

Review ini saya posting bertepatan dengan ulang tahun Émile Zola yang ke- 181 

Merci beaucoup pour votre travail et joyeux anniversaire !

 1st  Author's Birthday Challange 2021 - 2022

Rating Ruang Buku Megga  ✭✭✭✭ (4.5/5)

Judul : L'assommoir
Judul Terjemahan: Rumah Minum 
Penulis: Émile Zola 
Alih Bahasa:  Lulu Wijaya
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2018 (Pertama Kali, 1877)
Tebal: 660 halaman




Monday, March 29, 2021

The Voyages of Doctor Dolittle (Kisah - Kisah Perjalanan Doctor Dolittle ) - Hugh Lofting

Aku sangat senang ketika Gramedia Pustaka Utama menerbitkan buku kedua dr. Dolittle. Buku kedua ini mengisahkan Perjalanan- perjalanan dr. Dolittle bersama asisten manusianya, Tommy Stubbins. Ya asisten manusia! Karena sebelumnya dr. Dolittle tidak pernah berpergian dengan membawa asisten manusia, ia selalu ditemani oleh hewan-hewan peliharanya yang bisa berbicara, not actually bisa berbicara, tapi dr. Dolittle lah yang bisa memahami bahasa mereka. Dan untuk pertama kalinya, Tommy Stubbins berlayar bersama dokter Dolittle, meninggalkan orangtua dan kampung halamanya, berniat menjadi seorang naturalis. 

"Aku suka duduk-duduk di atas tepian dermaga sungai dengan kedua kaki menggelantung di atas permukaan air, dan bernyanyi bersama para pelaut itu, berpura-pura diriku seorang pelaut juga. Aku ingin sekali pergi bersama mereka keliling dunia untuk mencari peruntungan di negeri-negeri asing, seperti Afrika, India, China, dan Peru!" (Hal. 18)

Kisah ini diceritakan oleh narasi Tommy Stubbins, seorang anak tukang sepatu di Puddleby. Awalnya, Ia menemukan seekor tupai yang terluka dan ingin membawanya ke rumah pak dokter untuk diobati. Namun apa yang ia temukan di rumah pak dokter sangatlah menabjubkan.
"Ketika akhirnya aku bisa melihat sekelilingku, aku mendapati ruang tamu itu benar-benar penuh dengan binatang. Kelihatanya hampir semua jenis binatang dari daerah pedesaan ada di sana: Seeokor burung merpati,  seekor tikus putih, seekor burung hantu, seekor landak, seekor burung gagak-bahkan ada seekor babi kecil, baru masuk dari pekarangan luar, dengan cermat menggosok-gosokan kaki di keset sementara punggung merah mudanya yang basah mengilap tertimpa sinar lilin." (Halaman 68)

Tommy diperkenalkan dengan beberapa hewan aneh dalam perawatan Dolittle, seperti ikan Wiff-Waff, dan mereka yang merawat rumah tangganya yaitu Dab-Dab si bebek, dan Jip si anjing. Selanjutnya Tommy menjadi sering-sering main ke rumah Pak Dokter, dan ia pun sangat tertarik untuk mempelajari berbagai bahasa binatang, karena pada saat itu Pak Dokter sedang sibuk mempelajari bahasa kerang -kerangan, Tommy belajar dengan burung beo Afrika yang bijak bernama Polynesia. Tommy pun bertemu dengan pangeran dari Afrika, Bumpo yang seberlumnya sudah di ceritakan di buku pertama The Story of Doctor Dolittle. Bumpo saat itu sedang bersekolah di Oxford.

Kemudian, Burung Cendrawasih Ungu memberi tahu Dokter bahwa Long Arrow putra Golden Arrow, yang merupakan teman Dokter, hilang. Mereka memainkan permainan Perjalanan Buta yang akan menentukan di belahan dunia mana mereka akan berlayar, mereka memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Spider Monkey Island untuk menemukan  Long Arrow. Dokter, Tommy, Bumpo, dan Polinesia memulai perjalanan melintasi laut. So, Mulailah perjalanan pertama Tommy Stubbins, calon seorang naturalis. 
Walaupun Tommy hanyalah anak seorang tukan sepatu, namun tidak menutup kemungkinan untuk menjadi seorang naturalis hebat  yang berkecimpung di dunia sains. 

Dalam perjalannya, banyak hal unik dan menarik, membuatku iri ingin ikut dengan rombongan pak dokter dan menjadi naturalis. Tersesat di negeri matador, ke pulau terapung, perang dengan suku Indian, hingga pulang ke rumah naik siput laut raksasa. Mereka sempat melintasi alam bawah laut dengan menaiki siput raksasa laut tersebut bak kapal selam! 

Betapa dunia yang luas dan kehidupan yang bebas, namun seorang naturalis hanya mempunyai satu tujuan, yaitu mendedikasikan hidupnya untuk ilmu pengetahuan dan sains. Oiya, Novel ini pun memenangkan perhargaan Newbery Medal pada tahun 1923.

Rating Ruang Buku Megga ✭✭✭✭ (4/5)

Judul : The Voyages of Doctor Dolittle
Judul Terjemahan: Kisah-Kisah Perjalanan Doctor Dolittle
Penulis: Hugh Lofting
Alih Bahasa:  Julanda Tantani
Desain Ilustrasi Sampul : Ratu Lakhsmita Indira
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 6 Mei 2020 (Pertama Kali, 1922)
Tebal: 384 halaman

Monday, March 22, 2021

Review dan Ulasan The Age of Innocence - Edith Wharton

Tema novel ini bisa dibilang biasa, literatur dengan tema perselingkuhan sangat mainstream di abad 19. Novel ini Mengikuti perjalanan Newland Archer yang sudah bertunangan dengan May Welland, namun terpikat oleh pesona Countess Olenska, sepupu May Welland, yang sudah bersuami. Kedatangan Countess Olenska ke Amerika merupakan pelarian dari sikap kasar suaminya, dan berselingkuh dengan wanita lain.

Tidak ada jodoh yang lebih baik di New York selain May Welland, Tentu saja pernikahan yang demikian layak bagi Newland. Tapi takdir terus mempertemukan Newland Archer dan Countess Ellen Olenska, entah di pesta ini atau pesta itu di kalangan society New York, dan sebagai pengacara dan juga calon suami Sepupu Ellen, Newland ditugaskan untuk menangani gugatan cerai Ellen terhadap suaminya.Tentunya banyak alasan untuk Newland bertemu dengan Ellen.

Sunday, February 7, 2021

Review dan Ulasan Pembunuan di Kereta Api 4.50 dari Paddington (4.50 From Paddington) - Agatha Christie


Tak ada yang percaya ketika Mrs. McGillicuddy melapor baru saja melihat seorang wanita dicekik di dalam gerbong kelas satu, di kereta api yang berjalan sejajar dengan kereta api yang ditumpanginya.

Tak ada, kecuali sahabatnya, Jane Marple.

Kemungkinan wanita tersebut telah dicekik hingga tewas. Sungguh sangat janggal, bila memang pembunuhan itu terjadi mengapa mayat tersebut tidak pernah ditemukan? Satu-satunya cara lain yang mungkin dilakukan si pembunuh adalah melempar mayat itu keluar selagi kereta itu masih berjalan. Polisi tidak ingin menindaklanjuti kasus tersebut karena belum ada bukti, dan hanya menganggap cerita Mrs. McGillicuddy hanyalah khayalan atau mimpi nya saja.

Insting Jane Marple berkata lain. Ia berusaha melacak kemungkinan keberadaan mayat misterius tersebut. Kecurigaan Ms Marple terletak pada rumah besar di Brackhampton bernama Rutherford Hall yang didiami oleh keluarga Crackenthrope. Di dekat situlah kemungkinan mayat tersebut dibuang. Ms Marple pun meminta Lucy Eylesbarrow untuk menjadi pengurus rumah tangga di Rutherfod Hall. Ia seorang gadis pintar matematika lulusan Oxford berpikir bahwa ilmunya tidak menghasilkan uang banyak, maka dari itu ia lebih milih bekerja menjadi Pengurus Rumah Tangga. Itu lah Lucy Eyelesbarrow (dari namanya juga sudah unik), ia bukan sekedar ART biasa, karirnya sbg ART menjadi rebutan Sana sini karena hanya bisa bekerja selama 2 minggu, paling lama 1 bulan dengan gaji selangit.

Ini pertama kalinya dalam kasus Ms Marple, Nek Agatha memunculkan karakter Lucy yang eksentrik, mirip Karekter Tuppence sih menurutku, dan pertama kali dalam hidupnya, Lucy mendapatkan pekerjaan yang berbahaya yang mungkin nyawanya pun menjadi taruhanya. Tapi berkat  kecerdikan dan kepandaianya bergaul dengan siapa saja, kasus pun mengalami kemajuan. Mayat tersebut akhirnya ditemukan Lucy di dalam sarkofagus di sebuah gudang Rutherford Hall. Otomatis Seluruh keluarga Crackenthrope yang mendiami rumah tersebut menjadi tersangka. 

Seperti biasa, aku sangat kagum dengan kehebatan Ms Marple. dalam novel ini Ia tidak terlalu terjun secara fisik ke dalam suatu kasus pembunuhan karena bertentangan dengan kondisi kesehatanya. walaupun ia hanya menyimak apa yang ditemukan Lucy dan Detektif polisi yang bernama Inspektur Craddock, pada akhirnya Ia pun mengetahui siapa pembunuhnnya. Yang paling sebel sih kadang Polisi ini  tidak bisa mencegah pembunuhan selanjutnya, Apa karena peran utama tetap saja Ms Marple ya? Tetap Ms Marple juaranya deh, eh bukan menurutku masih tetap Lucy Eyeslesbarrow karakter favoritku dalam novel ini, karena siapa sih yang tidak menyukai Lucy! 

Rating Ruang Buku ✭✭✭✭ (4/5)

Judul Terjemahan: Kereta 4:50 dari Paddington (4.50 from Paddington)
Penulis: Agatha Christie
Alih Bahasa: Lily Wibisono
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 1987 (Pertama kali, 1957)
Tebal: 361 halaman







Tuesday, November 10, 2020

Review dan Ulasan La Bȇte Humaine (Hati Iblis / The Beast Within) Karya Émile Zola

    Apa yang diharapkan ketika hendak memulai membaca karya Émile Zola? Akhir yang bahagia? Tokoh protagonis yang sempurna? jangan harap deh, Apalagi di novel ini tidak ada tokoh protagonisnya. Kesan gelap dan tragis melingkupi seluruh cerita. Tak heran apabila karya ini merupakan karya Zola yang paling gelap dan penuh kekerasan.

    Jacques Lantier  memiliki kegilaan turun temurun yang mengerikan. Beberapa kali dalam hidupnya ia ingin membunuh wanita, karena setiap melihat kelok tubuh wanita yang indah membuatnya berhasrat ingin membunuhnya. Anomali Jacques disebut atavistic, di mana menurut Cesare Lombroso, seorang kriminolog dari Italia berpendapat bahwa adanya kelas penjahat yang turun temurun, yang pada dasarnya merupakan hasil kemunduran biologis ke tahap evolusi manusia yang lebih primitif di luar kendali mereka, juga berpendapat bahwa penjahat tersebut menunjukkan persentase lebih tinggi dari kelainan fisik dan mental daripada yang bukan penjahat. 

Sunday, November 8, 2020

Review 20.000 Leagues Under The Sea (60.000 Mill Di Bawah Laut) karya Jules Verne

   
  Selama tahun 1866, kapal-kapal laut dari berbagai negara telah dihadang sebuah benda yang luar biasa besarnya yang juga panjang bentuknya seperti mesin pintal yang pasti ukuranya lebih besar dan gerakanya lebih cepat dari seekor paus. Sontak berita tersebut sangat menghebohkan komunitas penjelajah samudera, baik itu pedagang, pelaut, kapten atau komandan kapal dari Eropa ataupun dari Amerika. 
    Pemerintah AS mengadakan ekspedisi penjelajahan laut untuk menemukan dan menghancurkan benda yang disebut monster itu. Kemudian, munculah Profesor Pierre Aronnax, seorang ahli biologi kelautan Perancis sekaligus narator cerita ini, ia menerima undangan untuk bergabung dengan ekspedisi yang diselenggarakan pemerintah Amerika tersebut.  Ia berangkat bersama Kapal Frigate Abraham Lincoln dengan beberapa kru, yaitu Ned Land, Penangkap ikan paus dari  Kanada dan ahli harpun  dan pelayan setia Aronnax  yang bernama Conseil.

    Setelah pencarian selama lima bulan yang berakhir di Jepang, tim ekspedisi menemukan monster itu. Malangnya, monster itu merusak kemudi kapal sehingga ketiga tokoh kita terlempar ke laut dan akhirnya naik ke atas monster itu sendiri. Sangat mengejutkan, ketika tersadar, ternyata monster tersebut  adalah  kapal selam futuristik yang bernama Nautilus. Mereka menunggu di dek kapal sampai pagi, kemudian mereka ditangkap, diangkut ke dalam, dan diperkenalkan dengan perancang dan komandan misterius kapal selam itu, Kapten Nemo .

Thursday, September 10, 2020

Review/ Ulasan The Life and Adventure of Santa Clauss - L. Frank Baum


    Pada saat masih bayi, Santa Claus atau dalam bahasa Indonesia- Sinterklas ditemukan di Hutan Burzee oleh Ak, Master Manusia Hutan Dunia. Ia ditempatkan dalam perawatan singa betina Shiegra; tapi kemudian diadopsi oleh Nimfa Kayu, Necile. Setelah mencapai usia dewasa, Claus diperkenalkan oleh Ak ke masyarakat manusia, di mana ia melihat perang, kebrutalan, kemiskinan, pengabaian anak, dan pelecehan anak. Karena dia tidak bisa tinggal di Burzee sebagai orang dewasa, dia menetap di dekat Laughing Valley di Hohaho, di mana makhluk abadi secara teratur membantunya, dan Necile memberinya seekor kucing kecil bernama Blinky.

    Buku ini, menurutku seperti dongeng malahan bukan historikal fiksi. Atau mungkin bisa disebutkan sebagai legenda tapi bukan jg sebuah biografi. Siapa tahu memang sebenarnya tokoh Santa Claus itu ada pada masanya, Belum jelas juga rentang waktu yang disebutkan di sini. Banyak juga penganut kristen yang menganggap Santa Claus hanyalah dongeng semata. Menurut buku ini, Santa Claus bukanlah manusia biasa, ia sedikit mirip mirip raksasa. Ia sangat mengagumi anak-anak dan mengesampingkan kehidupan pribadinya hanya untuk Obsesinya dalam mebuat mainan yang kemudian dibagikan di malam natal.

    Buku cerita Santa Claus ini merupakan bacaan yang ringan pas untuk anak-anak. Munculnya Jack Frost si pangeran penguasa musim dingin yang suka iseng menambah keseruan cerita ini, dan ada jg mahluk jahat bernama Awgwas yang sering mempengaruhi anak-anak sehingga berbuat kenakalan.

Rating Ruang Buku Megga ✪✪✪ (3/5)

Judul : The Life and Adventure of Santa Claus
Penulis : L. Frank Baum
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2014, Desember
Halaman : 152 halaman 




Wednesday, September 9, 2020

Review/Ulasan Novel Haruki Murakami - Kafka On The Shore (Dunia Kafka)



Guys, buku ini mengajak aku Jalan-jalan virtual dari Tokyo sampai ke Pulau Shikoku loh sekitar Tokamatsu dan Prefektur Kagawa. Aku juga melewati jembatan besar Shikoku. Dunia Kafka atau judul bahasa Inggrisnya Kafka On The Shore sebenernya novel surealisme dengan dua plot yang berbeda, yang pada akhirnya saling terkait. Pertama-tama apa itu surealisme? aku sendiri juga belum begitu paham. Novel Surealisme memiliki unsur kejutan atau barang tak terduga yang ditempatkan berdekatan satu sama lain tanpa alasan yang jelas (wikipedia). Cerita Kafka yang kabur dari rumah mencari jati dirinya dan cerita Nakata si pencari kucing hilang yang bisa berbicara dengan kucing sepintas tidak ada hubunganya. Mereka sama-sama tinggal di Tokyo. Mereka sama-sama mencari sesuatu yang sebenarnya tidak mereka pahami, tetapi naluri mereka mengatakan harus mencarinya walau harus sampai ke ujung Jepang.

Buku ini merupakan Perkenalanku yang ke-dua dengan Murakami, aku baca versi e-booknya dan alhasil petama kali aku menyelesaikan e-book 'tebal' 600 halaman lebih. Sudah tidak aneh lagi sih, Murakami selalu vulgar dan berkesan explicit, itu merupakan ciri khasnya, selalu ajah ada yang begitu-begitunya. Dan tidak tanggung-tanggung, yang dialami Kafka adalah Oedipus Complex, merupakan situasi seorang anak yang memiliki ketertarikan seksual dengan ibunya, dan menjadikan ayahnya sebagai rival. Disebut Oedipus Complex mengacu pada cerita tragedi Yunani yang sangat klasik, yaitu Oedipus Rex. Entah mucul dari mana, seolah sudah ada yang membisikan kepadanya bahwa kehidupanya diramalkan untuk membunuh ayahnya dan tidur dengan ibu dan saudara perempuanya, persis tragedi Yunani tersebut. Maka dari itu selepas minggat dari Tokyo, Kafka dengan instingnya langsung pergi ke Tokamatsu mencari Ibu dan saudara perempuanya.
Kemudian apa yang ada dalam diri Nakata? hanya seorang Kakek tua yang bodoh, tidak bisa membaca namun berhasil meninggalkan Tokyo sampai ke Tokamatsu untuk mencari apa yang hendak dicarinya.

Ada satu hal lagi yang menjadi ciri khas Murakami, yaitu selalu menyelipkan lagu-lagu atau symphony musik klasik dalam novelnya. entah si tokoh sedang di jalan mengendara mobil atau lagu selingan di cafe. Menarik sih, kalau lagunya yang aku tau seakan lagu tersebut menjadi soundtrack nya novel ini. Atau kalau lagunya aku tidak tau kadang suka aku cari tau juga. Tidak jarang juga Murakami selalu mengungkapkan pendapatnya mengenai lagu-lagu dan musisinya sekaligus, serta apa yang terjadi dibalik penciptaan lagu tersebut. Tentunya, baca buku ini lumayan menambah referensi pembaca.

Rating Ruang Buku Megga ✪✪✪✪ (4/5)

Judul : Dunia Kafka (Kafka On The Shore)
Penulis : Haruki Murakami
Penerjemah: Th. Dewi Wulansari
Penerbit : PT Pustaka Alvabet
Tahun Terbit : Maret 2016


 

Sunday, December 22, 2019

Review dan Ulasan The Call Of The Wild karya Jack London

Pada akhir abad ke-19, Demam emas Klondike atau bisa disebut demam emas Alaska menjadi obsesi sejumlah  orang datang berburu emas ke sepanjang sungai Klondike di dekat Dawson City, Yukon. Sekitar dua belas stengah juta ons emas diambil dari wilayah Klondike sejak penemuannya. Kereta luncur anjing pada saat itu sangat umum untuk transportasi. Mereka digunakan untuk mengirim surat, membawa barang-barang, dan tentu saja, emas. Tentunya Segala sesuatu yang dipindahkan selama musim dingin digerakkan oleh kereta luncur anjing. 


Suatu hal yang tak pernah disangka oleh Buck, seekor anjing St. Bernard dari selatan mendapati dirinya ditengah-tengah perburuan emas tersebut, menjadi seekor anjing penarik kereta luncur di Alaska. Kehidupan nyaman Buck di rumah Hakim Miller di Santa Clara Valley selama empat tahun menjadi anjing rumahan, yang sering kali menemani Hakim Miller memancing dan berburu, hanya tinggal kenangan. Kejadian naas itu terjadi ketika malam hari, Buck diculik oleh tukang kebun, dijual untuk dijadikan anjing penarik kereta luncur di Alaska demi keuntungan pribadi. 

Monday, December 16, 2019

Review dan Ulasan Novel Mansfield Park karya Jane Austen

Review ini saya tulis bertepatan dengan ulang tahun yang ke 244, Jane Austen yang lahir pada tanggal 16 Desember 1775.


Kehidupan di Mansfield Park benar-benar merubah Fanny. Fanny Price, gadis miskin dari Portsmouth pada usia sepuluh tahun diminta pamanya, Sir Thomas Bertram untuk menetap di rumahnya yang bernama Mansfield Park di Southampton. Karena perlakuan Mrs. Bertram terhadap Fanny harus dibedakan derajatnya dengan sepupunya tak jarang Ia diperlakukan seperti pelayan oleh semua sepupunya, kecuali sepupunya yang lebih tua, Edmund yang menyayangi dan menghormati Fanny layaknya saudari sendiri.
Kebaikan Edmund membuat Fanny lambat laun jatuh cinta. Malangnya hati Edmund sudah terlanjur tertambat kepada Mary Crawford, gadis bangsawan yang menawan. Fanny pun harus puas hanya dengan memandang Edmund dari jauh, terlebih setelah Edmund berkata ingin menikahi Mary. Tanpa diduga, pada saat bersamaan Henry Crawford, adik laki-laki Mary, mendekati Fanny dan berusaha merbut hatinya. Bisakah Fanny melupakan Edmund dan beralih ke Henry?

Most Viewed